<!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.01 Transitional//IND"   "http://www.w3.org/TR/1999/REC-html401-19991224/loose.dtd">
<HTML>
<HEAD LANG="IND">
<!--Change title as appropriate.-->
<TITLE> Proyek -- Playback Theatre </TITLE>
<!--If there are specific key words which will help a search engine find this page add them to the list below.-->
<META name="resource-type" content=document>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=iso-8859-1">
<META NAME="rating" CONTENT="General">
<META NAME="revisit-after" CONTENT="15 days">
<META name="keywords" content="mediation, mediasi, arbitration, arbitrasi, alternative dispute resolution, cross cultural, lintas budaya, antar budaya, keadilan, justice, restorative justice, peace, perdamaian, peacemaking, conflict, conflict management, mengelolaan, dispute resolution, resolusi konflik, intervention, intervensi, family mediation, Indonesia, Christian, Kristen, Katolic, university, international, nasional">
<!--#include file="efrtopbi.txt"-->
		<table>
		<TR>
			<TD>
<!--Start content insertion below this comment, replacing code between this comment and the next one. Do not change code above except as indicated for key words and title.-->
<CENTER>

</TD></TR></TABLE>
<small><A HREF="playback_eng.shtml"><center>English</center></A></small>

<h3><center>Lokakarya Playback Theater di Jogjakarta</center></h3>
<h5><center><i> GHCC-UKDW, Kaliurang 3 - 9 Juli 2002  </i></center></h5>
<p>

<h4><P ALIGN="justify"><FONT FACE="Verdana" size="-1" COLOR="#0000FF">
Disamping kemungkinan pendekatan lingual dalam bidang rekonsiliasi dan penggalangan perdamaian, ada pendekatan lain yang dapat dijadikan kesempatan untuk mencapai kelompok sasaran, yaitu dengan instrumen seni. Instrumen seni paling berhasil untuk tujuan itu adalah instrumen teater. Teater berakar pada setiap kebudayaan dan dikenal oleh setiap orang dari segala umur, status, dan tingkat pendidikan. Asal-usul teater terletak pada dua hal, yaitu ritus-ritus sakral dan cerita-cerita rakyat, yaitu cerita-cerita yang sering digunakan untuk menciptakan mitos-mitos dan tradisi. Asal-usul itu menunjukan bahwa teater selalu merupakan hal yang lebih dari sekedar hiburan. Konsep Yunani tentang katarsis-penyucian jiwa penonton – menjelaskan adanya daya atau kekuatan dari theater untuk mengubah.</FONT></P></H4>

<h4><P ALIGN="justify"><FONT FACE="Verdana" size="-1" COLOR="#0000FF">Konsep <i>Playback theatre</i> adalah suatu langkah yang berharga dalam evolusi bentuk-bentuk teaterikal yang transformatif. Dalam bentuknya yang paling sederhana, ia mengandung cara-cara bagaimana aksi panggung diturunkan oleh para aktor yang memungkinkan kita untuk merefleksikan hal-hal esensial dari pengalaman-pengalaman personal dan kolektif kita. Refleksi ini (yang sering disebut juga dengan penyembuhan), mentransformasikan tingkah laku, memperlengkapi, kesimpulan, dan kedekatan emosional tentang masa lalu kita. Hal itu merupakan ilmu pengobatan alternatif yang sangat kuat dimana hal-hal yang remeh dari pengalaman sehari-hari biasa, diungkapkan dalam pandangan yang baru. Pengungkapan ini memungkinkan kita untuk melihat bahwa dalam salah satu kisah pribadi kita yang kecil ada tema-tema yang sama luasnya dan sama menetapnya seperti dalam dongeng-dongeng epik.</FONT></P></H4>

<h4><P ALIGN="justify"><FONT FACE="Verdana" size="-1" COLOR="#0000FF">Perbedaan paling mendasar antara <i>Playback theatre</i>  dan teater biasa adalah bahwa dalam <i>Playback theatre</i>  penonton adalah sang penulis naskah. <i>Playback Theatre"</i>  merupakan bentuk teater yang bersifat spontan dan sungguh-sungguh interaktif. Para audiens menceritakan ulang kisah-kisah atau insiden-insiden dalam hidup mereka. Sesudah itu, para aktor dan pemain musik memainkan kisah-kisah dan insiden-insiden tersebut dihadapan para pemilik kisah-kisah itu dengan cara yang improvisatif. <i>Playback Theatre"</i> adalah suatu seni sensasi. Ia bertujuan agar didengar dan mempersatukan manusia-manusia didalamnya. <i>Playback Theatre"</i> sungguh-sungguh menyampaikan “suara” cerita. Ada ruang didalamnya bagi kegembiraan sekaligus kesedihan , roman dan realitas, perayaan/pesta dan hidup sehari-hari. <i>Playback Theatre"</i> ini menggabungkan elemen-elemen dalam teknik penceritaan, teater tradisional dan psikodrama.</FONT></P></H4>

<h4><P ALIGN="justify"><FONT FACE="Verdana" size="-1" COLOR="#0000FF">Jika Anda tertarik untuk mengatahui lebih dalam tentang <i>Playback theatre"</i>  bagaimana memainkannya, bagaimana memimpin pertunjukannya, bagaimana menemukan kelompok kita sendiri, sebaiknya jangan lewatkan lokakarya yang akan kami akan kami selenggarakan.</FONT></P></H4>

<h4><P ALIGN="justify"><FONT FACE="Verdana" size="-1" COLOR="#0000FF">Lokakarya akan dipimpin oleh Jean Lunny dan Ruth Mischnick. Jean Lunny dari Eropa memiliki kelompok teater sendiri. Jean juga bermain dan memimpin/menyutradarai petunjuk-petunjuknya selama lebih dari lima tahun. Ruth menggunakan konsep <i>Playback theatre"</i>  selama bertahun-tahun dalam bidang rekonsiliasi.</FONT></P></H4>

<h4><P ALIGN="justify"><FONT FACE="Verdana" size="-1" COLOR="#0000FF">Jogjakarta merupakan tempat yang dipilih bagi penyelenggaraan lokakarya. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris. Akan tetapi karena <i>Playback Theatre"</i> merupakan konsep yang mengatasi bahasa, maka penggunaan bahasa apapun dapat diterima. Meskipun demikian seorang penerjemah akan tetap kami sediakan.</FONT></P></H4>

<p>
1. Biaya pendaftaran Rp. 500.000 biaya sudah termasuk materi, akomodasi, sertifikat, konsumsi dan kit.<BR>
2. Biaya pendaftaran dapat ditransfer ke rekening:<BR>
Bank BNI 46 Kantor Kas UKDW<br>
acc.no. 228-007165-013-901<br>
an. PSPP-UKDW<BR>
Keterangan: Registrasi Playback Theatre Wk<BR>
3. Mohon slip pengiriman di fax-kan ke 0274-513235 up. Yuni.
</P>

<h4><P ALIGN="justify"><FONT FACE="Verdana" size="-1" COLOR="#0000FF">Daftarkan sekarang juga! Tempat terbatas</FONT></P></H4>

<small>Perubahan terakhir 8 April 2002 oleh Yun!</small>
<!--End content insertion above this comment. Do not change code below.-->
<!--#include file="efrbottom.txt"-->

</body>

</html>
